Profil Kerja Sama PENS

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dalam prakteknya sama dengan penyelenggara pendidikan tinggi lainnya yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi pun dilakukan oleh manajemen dalam berbagai upaya untuk mewujudkan kualitas proses dan output politeknik. Dengan semangat kolaborasi, saling berbagi kekuatan, baik itu sumber daya manusia, kapasitas manajemen maupun sumber daya lainnya, PENS berusaha untuk menjadi bagian dari kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.

Menilik sejarah pendirian PENS di tahun 1988 silam (yang merupakan hibah dari pemerintah Jepang melalui JICA, red.), PENS merupakan proyek bantuan dan kerjasama teknik antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Jepang. Untuk itulah PENS patut berbangga jika kemudian kerjasama ini menjadi pilar kemajuan institusi, sekaligus seluruh civitas akademika dengan berbagai kiprahnya baik dalam skala nasional maupun internasional. Kerjasama juga mengantarkan PENS menerima penghargaan JICA Special Award untuk International Cooperation.

Meski pada awal pendiriannya, PENS belum memiliki unit khusus yang mengelola kerjasama, namun kegiatan kerjasama telah dilakukan. Di tahun 1989, PENS menyelenggarakan Forum Politeknik yang pertama dengan mengundang sejumlah staf pengajar dari sembilan Politeknik Elektronik dan Telekomunikasi se Indonesia. Forum ini bertujuan sebagai sarana pertukaran ide dan pengalaman dalam bidang pendidikan politeknik teknologi, dan telah diagendakan pula pertemuan di tahun berikutnya. Selain itu, sejumlah organisasi internasional seperti ITU, UNESCO dan ILO juga mempercayakan penyelenggaraan sejumlah seminar dan kursus kilat di PENS.

Berbekal kepercayaan dan kemampuan, PENS pun membentuk bidang kerjasama yang khusus mengembangkan layanan jasa kepada masyarakat dan industri utamanya, namun tidak terbatas pada bidang listrik dan elektronika. Layanan yang ditawarkan diantaranya pelatihan, konsultasi, sigi, perancangan, supervisi, pemeliharaan dan perbaikan. Bidang kerjasama pun makin berkembang dengan adanya pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh dosen-dosen PENS. Saat itu, bidang kerjasama masih menyatu antara layanan jasa dan pengabdian kepada masyarakat.

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dalam prakteknya sama dengan penyelenggara pendidikan tinggi lainnya yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi pun dilakukan oleh manajemen dalam berbagai upaya untuk mewujudkan kualitas proses dan output politeknik. Dengan semangat kolaborasi, saling berbagi kekuatan, baik itu sumber daya manusia, kapasitas manajemen maupun sumber daya lainnya, PENS berusaha untuk menjadi bagian dari kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.

Menilik sejarah pendirian PENS di tahun 1988 silam (yang merupakan hibah dari pemerintah Jepang melalui JICA, red.), PENS merupakan proyek bantuan dan kerjasama teknik antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Jepang. Untuk itulah PENS patut berbangga jika kemudian kerjasama ini menjadi pilar kemajuan institusi, sekaligus seluruh civitas akademika dengan berbagai kiprahnya baik dalam skala nasional maupun internasional. Kerjasama juga mengantarkan PENS menerima penghargaan JICA Special Award untuk International Cooperation.

Seiring dengan berkembangnya layanan kerjasama di PENS, di tahun 2002 manajemen pun membentuk Pusat Pelatihan yang dikenal dengan istilah PENS Training Center (TC-PENS). Menempati gedung baru, Training center PENS bertekat memberikan layanan yang solutif dan tepat sasaran. Tidak hanya seputar penyelenggaraan pelatihan saja, kegiatan lainnya yang dikelola yaitu penyelenggaraan pendidikan Diploma 1 dan Diploma 2 serta dibukanya kelas kerjasama. Industri pun makin melirik alumni politeknik dan menawarkan program pemagangan hingga rekrutmen alumni.

Kerjasama dengan industri juga makin terbuka lebar, dengan dilaksanakannya program pengembangan SDM hingga program riset bersama. Selain bergerak dalam bidang pengembangan alat-alat produksi, riset juga mendukung tumbuhnya inovasi. Sebagai sumber daya politeknik, PENS pun siap menjadi mitra pengembangan Sistem Informasi Manajemen yang telah dirintis oleh Unit Pemrosesan Data Elektronika sejak tahun 2002. Pengembangan SIM pun masih berlanjut hingga saat ini, dengan mitra user mencapai  30 an institusi yang terdiri dari DUDI dan Pendidikan.

Pelaksanaan Tri dharma perguruan tinggi, salah satunya turut melahirkan beberapa karya dan produk inovasi PENS. Sejalan dengan program pemerintah dalam mengembangkan kewirausahaan pada pendidikan tinggi, inovasi ini menjadi satu kekuatan untuk maju dan berkembang mengikuti tuntutan globalisasi. Produk dan karya yang dihasilkan melalui riset mahasiswa dan dosen ini menjadi bahan baku yang kemudian dikembangkan di unit inkubator bisnis yang dirintis sejak tahun 2012.

Kantor Urusan Internasional (sekarang disebut UUI, Unit Urusan Internasional, red.) juga dibentuk di tahun 2013. Tujuannya, agar lebih bisa memfokuskan layanan pasca terselenggaranya kerjasama internasional yang juga berkembang pesat, di antaranya kuliah tamu internasional, pertukaran mahasiswa internasional, pemagangan internasional, pelatihan internasional serta pembukaan kelas internasional hingga tawaran beasiswa studi lanjut internasional.

Layanan kerjasama pun makin berkembang, dengan adanya Lembaga Sertifikasi Profesi serta di tahun 2016 PENS meresmikan PUT (Pusat Unggulan Teknologi). PUT ini didirikan sebagai teaching factory, bengkel (workshop), inkubator bisnis PENS Sky Venture.  Diharapkan, pembangunan ekonomi di Indonesia makin tumbuh melalui technopreneur, hasil sinergi mahasiswa, alumni dan kampus. Hingga saat ini, bidang kerjasama masih di bawah koordinasi Wakil Direktur IV, bidang Kerjasama dan Teknologi.

Mitra